Scarlett bukanlah wanita polos yang berhati baik, tapi lebih ke suka mempermainkan hati para lelaki dan mempermainkan nafsu seksual mereka dengan kecantikannya ( termasuk hati para lelaki berpasangan ).Rhett sendiri terkenal arrogan, sombong, egois, kurang ajar dan suka bersikap masa bodoh, dan juga seorang jutawan dan penakluk wanita.w=535&h=754 535w, https://maestrofilm.files.wordpress.com/2014/10/american-psycho-2000.jpg? w=106&h=150 106w, https://maestrofilm.files.wordpress.com/2014/10/american-psycho-2000.jpg? w=213&h=300 213w, https://maestrofilm.files.wordpress.com/2014/10/american-psycho-2000757w" sizes="(max-width: 535px) 100vw, 535px" / Film ini ternyata diangkat dari sebuah novel karya Bret Easton Ellis berjudul sama dan dirilis tahun 1991, 9 tahun sebelum filmnya dirilis.

hehe.pernah menonton GWTW pasti hafal dengan senyuman maut Rhett Butler yang ditujukan kepada Scarlett pertama kali dari bawah tangga, seolah olah senyumannya sanggup merobek pakaian Scarlett.

Jika diperhatikan, Scarlett dan Rhett sebenarnya hampir memiliki sifat yang sama.

Di mata Rhett, Scarlett adalah wanita yang sangat menarik untuk dikencani, tapi tidak untuk dinikahi.

Berkecamuk perang sipil di seantereo amerika, kekalahan terjadi bagi Tara, Atlanta, Tara hanya damai untuk sementara.

Sedangkan Melanie sendiri, merupakan kebalikan dari Scarlett, ia tergambarkan sebagai gadis yang rapuh, lemah, polos, bodoh dan terlihat sok baik ( walau sebenarnya ia memang baik ), mungkin kepolosan dan sikapnya yang plin plan lah yang membuatnya terlihat bodoh.

Ashley mungkin saja pada awalnya jatuh hati kepada Melanie karena hal ini, dan kebalikan juga terhadap banyak pria yang terpesona dengan gairah dan kecantikan Scarlett, well.., mungkin kecuali Rhett yang sering mengucapkan kata kata menusuk dan menyinggung perasaan Scarlett.

Semua menurut gw bermain lumayan, walaupun masih ditutupi oleh bayang-bayang Bale. Apa yang menjadi film ini semakin ‘sakit’ adalah betapa banyaknya unsur komedi satir dalam film ini. Selain itu, film ini juga menyinggung tentang hubungan sosial. Selznick membeli hak untuk memfilmkan novelnya sebesar ,000 atas dorongan teman temannya.

Jujur, gw tidak pernya menyangka banyak sindiran-sindiran halus yang menurut gw pintar, lucu, offensive (for some people) di saat yang bersamaan. Ada satu dialog yang gak bikin gw ketawa-ketawa ingetnya, ketika seorang PSK yang hendak melarikan diri dari kejaran Bateman dan dengan kuatnya menendang muka Bateman. Bagaimana ‘recognition’ oleh para peer2 itu sangatlah penting. Ellis maupun sang penulis naskah sekaligus sutradara, Haron, sendiri tidak pernah menjabarkan apakah sebenarnya semua yang digambarkan oleh Bateman itu adalah benar-benar nyata atau semuanya hanyalah termasuk halusinasi twisted milik Bateman sendiri. Studio besar waktu itu semacam, MGM dan RKO ironisnya sama sekali tidak tertarik membuat GWTW.

Film ini memang mostly nge-mock orang-orang yang kayaknya sangat mengagungkan penampilan atau outer look. Patrick Bateman sebenarnya tidak perlu lagi bekerja toh ayahnya adalah pemilik perusahaan. Lalu salah satu hal yang disinggung film ini adalah identitas. Kejanggalan demi kejanggalan yang kita temui di pengujung akhir juga sulit untuk dijadikan jawaban atas semua kegilaan dalam film ini. Victor Fleming ditunjuk sebagai sutradara menggantikan George Cukor, yang kabarnya dipecat Selznick karena konflik personal.